Aksi yang diwarnai dengan turunnya hujan yang turun cukup deras saat itu tidak menyurutkan semangat para buruh, nampak wajah mereka yang lelah tapi sorot mata mereka penuh tekat dan semangat. Tubuh yang lelah terguyur derasnya hujan, namun suara mereka begitu lantang menyuarakan keinginannya.
“Cabut PP78… Cabut PP 78… Hidup buruh… Hidup Buruh…!”, teriak mereka.
Para buruh tertahan di depan pintu gerbang Kantor Bupati sehingga masa melebar sampai ke jalan raya dan menyebabkan kemacetan di jalan utama Semarang-Solo tersebut.10 orang perwakilan dari GEMPUR diterima untuk menyampaikan aspirasinya kepada Bupati yang diwakili oleh wakilnya Ngesti Nugraha.
Tuntutan dari aliansi masih sama yaitu cabut PP 78 thn 2015 tentang pengupahan karena dianggap merugikan kaum buruh, serta menuntut agar usulan kenaikan UMK 2017 di Kabupaten Semarang sebesar 1.743.000 direvisi menjadi 2.175.000.
Setelah menunggu sekian lama akhirnya masa dibubarkan pada pukul 18.45 karena wakil bupati yang ditemui oleh tim perunding tidak dapat memutuskan tuntutan dari para buruh, hanya akan diteruskan ke Bupati pada esok harinya.
“Karena kita tidak bisa bertemu dengan Bupati pada hari ini, maka besok sore kita akan datang lagi dengan massa yang lebih besar lagi”, ujar Sumanta sebelum membubarkan aksi massa. (hid)
23.42.00
PUK SPAMK FSPMI PT SAMI BBF










